PENILAIAN
HASIL BELAJAR SISWA DENGAN SISTEM ONLINE
Supriatun,
S.Pd, M. Pd
Guru
BTIK SMP 41 Semarang
Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan adalah
proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik
dalam aspek pengetahuan dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana
dan sistematis dalam bentuk penilaian akhir dan ujian sekolah/madrasah.
Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan terhadap penguasaan
tingkat kompetensi sebagai capaian pembelajaran.
Dalam pelaksanaan penilaian yang
dilakukan harus di persiapkan dengan baik oleh satuan pendidikan karena mekanisme
penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan meliputi menyusun
perencanaan penilaian tingkat satuan pendidikan, KKM yang
harus dicapai oleh peserta didik ditetapkan oleh satuan pendidikan, penilaian
dilakukan dalam bentuk Penilaian akhir dan ujian sekolah/madrasah, penilaian
akhir meliputi penilaian akhir semester dan penilaian akhir tahun, hasil
penilaian sikap dilaporkan dalam bentuk predikat dan/atau deskripsi,hasil
penilaian pengetahuan dan keterampilan dilaporkan dalam bentuk nilai, predikat
dan deskripsi pencapaian kompetensi mata pelajaran, laporan hasil penilaian
pendidikan pada akhir semester, dan akhir tahun ditetapkan dalam rapat dewan
guru berdasar hasil penilaian oleh pendidik dan hasil penilaian oleh Satuan
Pendidikan dan
kenaikan
kelas dan/atau kelulusan peserta didik ditetapkan melalui rapat dewan guru.
Teknologi
merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita termasuk dalam proses
penilaian hasil belajar siswa. Pemerintah sudah memberikan solusi dengan
penilaian hasil belajar melalui pelaksanakan UNBK pada tingkat SMP dan SMA/SMK.
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)
menggunakan jaringan komputer. Lebih lanjut, soft ware yang di gunakan dalam
UNBK tidak memungkinkan digunakan oleh sekolah untuk kebutuhan penilaian
sehari-hari maupun tatkala PTS maupun PAS. SMP N 41 Semarang mencoba
melaksanakan penilaian hasil belajar dengan istilah si joss yaitu sistem ujian online SMP 41 Semarang. Pemberian nama
yg menarik digunakan untuk memberikan kesan bahwa penilaian hasil belajar bukan
merupakan hal yang menakutkan bagi peserta didik tetapi hal yang menyenangkan
karena menggabungkan tekhnologi yang berkembang sekarang ini dengan penilaian
yang akan di hadapi peserta didik dan secara tidak langsung akan berdampak pada
pysikologis anak dalam mengerjakan penilaian hasil belajar dengan hasil akhir
adalah peningkatan nilai hasil belajar.
Pelaksanaan penilaian hasil belajar di
SMP 41 Semarang dengan si joss awalnya
menggunakan cara offline melalui perangkat komputer yang ada di lab. SMP 41
Semarang memiliki 5 lab komputer dengan kapasitas per lab 32 siswa . Program
yang digunakan adalah CBT dengan menggunakan jaringan lokal atau lebih dikenal
dengan sebutan LAN ( Local Area Network
). Pada penggunaan jaringan ini, dalam satu ruangan lab di kendalikan oleh 1
server untuk pengendali dan distribusi soal. Secara teknis siswa diberi usser
name dan pasward untuk bisa mendapatkan soal yang dibagikan oleh server melalui
jaringan kabel. Hasil dari jawaban siswa secara langsung masuk di server.
Keuntungan dari penilaian hasil belajar dengan sistem ini adalah guru tidak
usah mengkoreksi hasil test karena secara langsung sudah masuk di server dan
dikelola oleh kurikulum serta diserahkan ke guru mata pelajaran dalam bentuk
nilai.
Evaluasi
terus dilakukan oleh sekolah untuk pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa.
Tujuan nya agar pemanfaatan tekhnologi bisa merata ke seluruh siswa dalam
penilaian hasil belajar. Kelemahan dengan CBT terkendala dengan jumlah komputer
yang terbatas hanya 5 lab sementara SMP 41 Semarang Memiliki 21 rombel.
Sebagaimana kita ketahui dan rasakan
bersama, kini android dari Google dan iOS dari Apple banyak sekali membantu kehidupan
kita sehari-hari dan hampir semua siswa dan guru memiliki android. Penilaian
hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan menggunakan android dan dilakukan
online. Banyak sekali aplikasi yang dapat digunakan dan tersedia di internet. Dalam
perkembangan nya SMP 41 Semarang menggunakan google foom utuk pembuatan soal
dan pengelolaan nya sampai distribusi soal ke siswa. Secara teknis hampir sama
dengan penilaian secara offline dengan menggunakan CBT siswa tetap di berikan
pasword dan ussername untuk login ke soal hanya perbedaan nya pada perangkat
yang diguanakan siswa membawa handphone untuk pelaksaaannya. Karena menggunakan
server cloud milik google, sehingga penghematan resources dan tidak perlu
penambahan server. Demikian juga jumlah siswa yang mengikuti test tidak
dibatasi ruangan, selama siswa meliliki android dan koneksi internet, test
dapat dilakukan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar