Senin, 21 September 2020

Artikel " Penilaian Hasil Belajar Siswa Dengan Sistem Online"

 

PENILAIAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN SISTEM ONLINE

Supriatun, S.Pd, M. Pd

Guru BTIK SMP 41 Semarang

Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek pengetahuan dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis dalam bentuk penilaian akhir dan ujian sekolah/madrasah. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan terhadap penguasaan tingkat kompetensi sebagai capaian pembelajaran.

Dalam pelaksanaan penilaian yang dilakukan harus di persiapkan dengan baik oleh satuan pendidikan karena mekanisme penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan meliputi menyusun  perencanaan  penilaian  tingkat  satuan pendidikan, KKM yang harus dicapai oleh peserta didik ditetapkan oleh satuan pendidikan, penilaian dilakukan dalam bentuk Penilaian akhir dan ujian sekolah/madrasah, penilaian akhir meliputi penilaian akhir semester dan penilaian akhir tahun, hasil penilaian sikap dilaporkan dalam bentuk predikat dan/atau deskripsi,hasil penilaian pengetahuan dan keterampilan dilaporkan dalam bentuk nilai, predikat dan deskripsi pencapaian kompetensi mata pelajaran, laporan hasil penilaian pendidikan pada akhir semester, dan akhir tahun ditetapkan dalam rapat dewan guru berdasar hasil penilaian oleh pendidik dan hasil penilaian oleh Satuan Pendidikan dan

kenaikan kelas dan/atau kelulusan peserta didik ditetapkan melalui rapat dewan guru.

            Teknologi merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita termasuk dalam proses penilaian hasil belajar siswa. Pemerintah sudah memberikan solusi dengan penilaian hasil belajar melalui pelaksanakan UNBK pada tingkat SMP dan SMA/SMK. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menggunakan jaringan komputer. Lebih lanjut, soft ware yang di gunakan dalam UNBK tidak memungkinkan digunakan oleh sekolah untuk kebutuhan penilaian sehari-hari maupun tatkala PTS maupun PAS. SMP N 41 Semarang mencoba melaksanakan penilaian hasil belajar dengan istilah si joss yaitu sistem ujian online SMP 41 Semarang. Pemberian nama yg menarik digunakan untuk memberikan kesan bahwa penilaian hasil belajar bukan merupakan hal yang menakutkan bagi peserta didik tetapi hal yang menyenangkan karena menggabungkan tekhnologi yang berkembang sekarang ini dengan penilaian yang akan di hadapi peserta didik dan secara tidak langsung akan berdampak pada pysikologis anak dalam mengerjakan penilaian hasil belajar dengan hasil akhir adalah peningkatan nilai hasil belajar.

Pelaksanaan penilaian hasil belajar di SMP 41 Semarang dengan si joss awalnya menggunakan cara offline melalui perangkat komputer yang ada di lab. SMP 41 Semarang memiliki 5 lab komputer dengan kapasitas per lab 32 siswa . Program yang digunakan adalah CBT dengan menggunakan jaringan lokal atau lebih dikenal dengan sebutan LAN ( Local Area Network ). Pada penggunaan jaringan ini, dalam satu ruangan lab di kendalikan oleh 1 server untuk pengendali dan distribusi soal. Secara teknis siswa diberi usser name dan pasward untuk bisa mendapatkan soal yang dibagikan oleh server melalui jaringan kabel. Hasil dari jawaban siswa secara langsung masuk di server. Keuntungan dari penilaian hasil belajar dengan sistem ini adalah guru tidak usah mengkoreksi hasil test karena secara langsung sudah masuk di server dan dikelola oleh kurikulum serta diserahkan ke guru mata pelajaran dalam bentuk nilai.

            Evaluasi terus dilakukan oleh sekolah untuk pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa. Tujuan nya agar pemanfaatan tekhnologi bisa merata ke seluruh siswa dalam penilaian hasil belajar. Kelemahan dengan CBT terkendala dengan jumlah komputer yang terbatas hanya 5 lab sementara SMP 41 Semarang Memiliki 21 rombel.

            Sebagaimana kita ketahui dan rasakan bersama, kini android dari Google dan iOS dari Apple banyak sekali membantu kehidupan kita sehari-hari dan hampir semua siswa dan guru memiliki android. Penilaian hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan menggunakan android dan dilakukan online. Banyak sekali aplikasi yang dapat digunakan dan tersedia di internet. Dalam perkembangan nya SMP 41 Semarang menggunakan google foom utuk pembuatan soal dan pengelolaan nya sampai distribusi soal ke siswa. Secara teknis hampir sama dengan penilaian secara offline dengan menggunakan CBT siswa tetap di berikan pasword dan ussername untuk login ke soal hanya perbedaan nya pada perangkat yang diguanakan siswa membawa handphone untuk pelaksaaannya. Karena menggunakan server cloud milik google, sehingga penghematan resources dan tidak perlu penambahan server. Demikian juga jumlah siswa yang mengikuti test tidak dibatasi ruangan, selama siswa meliliki android dan koneksi internet, test dapat dilakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar