Minggu, 27 September 2020

PTK" KOLABORASI EDMODO DAN METODE FLIPPED CLASSROOM"

 

PENINGKATAN MINAT BELAJAR TIK KELAS VIIIB SMP 41 SEMARANG SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015/2016 MENGGUNAKAN KOLABORASI EDMODO DAN METODE FLIPPED CLASSROOM

DALAM KEGIATAN KELAS DIGITAL KOTA SEMARANG.

Supriatun, S.Pd, M.Pd, SMPN 41 Semarang Jl. Cepoko Utara Gunungpati

Telp. (024) 6932183, email : supriatun17@gmail.com

 

ABSTRAK

 

Pendekatan solusi edmodo akan penulis gunakan untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul Peningktan minat belajar TIK kelas VIII B SMP 41 Semarang Semester II Tahun pelajaran 2015/2016 menggunakan kolaborasi edmodo dan metode Flipped Classroom dalam kegiatan kelas digital Kota Semarang. Dengan alasan metode ini menggunakan sebuah situs pembelajaran berbasis media sosial (social learning platform) untuk guru, siswa, dan orang tua.

Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan penelitian tindakan kelas “Peningkatan minat belajar TIK Kelas VIII B SMP 41 Semarang Semester II Tahun pelajaran 2015/2016 menggunakan kolaborasi edmodo dan metode Flipped Classroom dalam kegiatan kelas digital Kota Semarang. Dengan tujuan dapat mengetahui minat belajar TIK dengan tujuan meningkatkan prestasi belajar peserta didik khusus nya kelas VIII B dan peserta didik SMP 41 Semarang pada umumnya.

Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi (pengamatan). Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, penyajian data, dan kesimpulan.

Data tabel 3 hasil indikator minat siswa dari siklus-1 ke siklus-2 meningkat mulai dari 69 % mejadi 82% . Pada table  4 hasil indikator minat siswa dari siklus-1 ke siklus-2 , meningkat mulai 71% meningkat menjadi 81%. Demikian pula aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran pada table 5. Mengalami peningkatan tiap siklusnya dari 79,86% meningkat 84,72 dengan hasil baik.

Hasil penelitian ini diharapkan adanya peningkatan minat belajar TIK Kelas VIII B SMP 41 Semarang Semester II Tahun pelajaran 2015/2016 menggunakan kolaborasi edmodo dan metode Flipped Classroom dalam kegiatan kelas digital Kota Semarang.  Saran untuk kepala sekolah diharapkan dapat mengarahkan, membimbing guru-guru untuk meningkatkan ketrerampilannya dalam pembelajaran dan untuk guru Guru dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya terutama dalam pembelajaran dengan metode Flipped Classroom dalam kegiatan kelas digital Kota Semarang.

 

Kata kunci: minat belajar,metode Flipped Classroom dan edmodo


File selengkapnya dapat di download di PTK SUPRIATUN

Senin, 21 September 2020

Artikel " Penilaian Hasil Belajar Siswa Dengan Sistem Online"

 

PENILAIAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN SISTEM ONLINE

Supriatun, S.Pd, M. Pd

Guru BTIK SMP 41 Semarang

Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek pengetahuan dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis dalam bentuk penilaian akhir dan ujian sekolah/madrasah. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan terhadap penguasaan tingkat kompetensi sebagai capaian pembelajaran.

Dalam pelaksanaan penilaian yang dilakukan harus di persiapkan dengan baik oleh satuan pendidikan karena mekanisme penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan meliputi menyusun  perencanaan  penilaian  tingkat  satuan pendidikan, KKM yang harus dicapai oleh peserta didik ditetapkan oleh satuan pendidikan, penilaian dilakukan dalam bentuk Penilaian akhir dan ujian sekolah/madrasah, penilaian akhir meliputi penilaian akhir semester dan penilaian akhir tahun, hasil penilaian sikap dilaporkan dalam bentuk predikat dan/atau deskripsi,hasil penilaian pengetahuan dan keterampilan dilaporkan dalam bentuk nilai, predikat dan deskripsi pencapaian kompetensi mata pelajaran, laporan hasil penilaian pendidikan pada akhir semester, dan akhir tahun ditetapkan dalam rapat dewan guru berdasar hasil penilaian oleh pendidik dan hasil penilaian oleh Satuan Pendidikan dan

kenaikan kelas dan/atau kelulusan peserta didik ditetapkan melalui rapat dewan guru.

            Teknologi merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita termasuk dalam proses penilaian hasil belajar siswa. Pemerintah sudah memberikan solusi dengan penilaian hasil belajar melalui pelaksanakan UNBK pada tingkat SMP dan SMA/SMK. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menggunakan jaringan komputer. Lebih lanjut, soft ware yang di gunakan dalam UNBK tidak memungkinkan digunakan oleh sekolah untuk kebutuhan penilaian sehari-hari maupun tatkala PTS maupun PAS. SMP N 41 Semarang mencoba melaksanakan penilaian hasil belajar dengan istilah si joss yaitu sistem ujian online SMP 41 Semarang. Pemberian nama yg menarik digunakan untuk memberikan kesan bahwa penilaian hasil belajar bukan merupakan hal yang menakutkan bagi peserta didik tetapi hal yang menyenangkan karena menggabungkan tekhnologi yang berkembang sekarang ini dengan penilaian yang akan di hadapi peserta didik dan secara tidak langsung akan berdampak pada pysikologis anak dalam mengerjakan penilaian hasil belajar dengan hasil akhir adalah peningkatan nilai hasil belajar.

Pelaksanaan penilaian hasil belajar di SMP 41 Semarang dengan si joss awalnya menggunakan cara offline melalui perangkat komputer yang ada di lab. SMP 41 Semarang memiliki 5 lab komputer dengan kapasitas per lab 32 siswa . Program yang digunakan adalah CBT dengan menggunakan jaringan lokal atau lebih dikenal dengan sebutan LAN ( Local Area Network ). Pada penggunaan jaringan ini, dalam satu ruangan lab di kendalikan oleh 1 server untuk pengendali dan distribusi soal. Secara teknis siswa diberi usser name dan pasward untuk bisa mendapatkan soal yang dibagikan oleh server melalui jaringan kabel. Hasil dari jawaban siswa secara langsung masuk di server. Keuntungan dari penilaian hasil belajar dengan sistem ini adalah guru tidak usah mengkoreksi hasil test karena secara langsung sudah masuk di server dan dikelola oleh kurikulum serta diserahkan ke guru mata pelajaran dalam bentuk nilai.

            Evaluasi terus dilakukan oleh sekolah untuk pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa. Tujuan nya agar pemanfaatan tekhnologi bisa merata ke seluruh siswa dalam penilaian hasil belajar. Kelemahan dengan CBT terkendala dengan jumlah komputer yang terbatas hanya 5 lab sementara SMP 41 Semarang Memiliki 21 rombel.

            Sebagaimana kita ketahui dan rasakan bersama, kini android dari Google dan iOS dari Apple banyak sekali membantu kehidupan kita sehari-hari dan hampir semua siswa dan guru memiliki android. Penilaian hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan menggunakan android dan dilakukan online. Banyak sekali aplikasi yang dapat digunakan dan tersedia di internet. Dalam perkembangan nya SMP 41 Semarang menggunakan google foom utuk pembuatan soal dan pengelolaan nya sampai distribusi soal ke siswa. Secara teknis hampir sama dengan penilaian secara offline dengan menggunakan CBT siswa tetap di berikan pasword dan ussername untuk login ke soal hanya perbedaan nya pada perangkat yang diguanakan siswa membawa handphone untuk pelaksaaannya. Karena menggunakan server cloud milik google, sehingga penghematan resources dan tidak perlu penambahan server. Demikian juga jumlah siswa yang mengikuti test tidak dibatasi ruangan, selama siswa meliliki android dan koneksi internet, test dapat dilakukan.

Artikel " Dengan Aplikasi Edmodo Pembelajaran Lebih Menyenangkan"

 

DENGAN APLIKASI EDMODO PEMBELAJARAN LEBIH MENYENANGKAN

Supriatun, S.Pd. M.Pd

Guru BTIK SMP N 41 Semarang

Proses pembelajaran di kelas sebagian besar masih menggunakan pola lama yang konvensional. Pembelajaran di kelas dilakukan secara manual dengan interaksi langsung antara guru dan siswa. Banyak sekali guru yang mengeluh kekurangan waktu dalam pembelajaran sehingga materi tidak dapat tersampaikan secara utuh. Waktu dan materi menjadi kambing hitam dalam kegagalan pembelajaran di kelas. Pembelajaran di era sekarang ini sebenarnya juga tidak mengharuskan adanya interaksi guru dan siswa secara langsung. Proses pembelajaran dapat dilakukan di dunia maya, seperti yang sudah terjadi dalam kehidupan kita saat ini yang tidak bisa lepas dari media sosial di dunia maya, seperti Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram, Path, dan sebagainya.

Pembelajaran seperti ini dapat membantu interaksi guru dan siswa terus terjalin yang tidak terbatas oleh tempat dan waktu. Siswa juga tidak merasa jenuh, bosan, dan bahkan capek karena harus di kelas seharian dengan penyampaian materi oleh guru yang dilakukan secara langsung di kelas yang kadang metode pembelajaran yang digunakan kurang menarik. Pemanfaatan edmodo ini dapat menjadi solusi bagi guru dan siswa untuk menjalin interaksi anatara guru dan siswa di kelas maya sehingga mengurangi interaksi langsung antara guru dan siswa tersebut. Saat ini dunia memasuki era dimana semua aktifitas kehidupan bisa dilakukan dengan sistem yang bersumber pada pemanfaatan teknologi dunia maya atau internet. Peran internet sangat vital bagi pelaksanaan  pendidikan saat ini, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan semua dilakukan dengan sistem ini.

Pembelajaran saat ini juga harus menyesuaikan pada perkembangan jaman, semua personal dan kebutuhan sarana prasarana telah mengenal dan menggunakan Teknoologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Teknologi merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan kita termasuk dalam proses pembelajaran baik yang terjadi di dalam kelas maupun di luar kelas. teknologi bukan merupakan tujuan pembelajaran melainkan merupakan alat yang digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Jadi anggapan guru bahwa dalam semua proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas harus menggunakan teknologi adalah anggapan yang kurang tepat. Teknologi hendaknya digunakan apabila tekologi itu dapat membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran secara lebih efektif dibandingkan alat-alat lainnya. Sehingga apabila alat-alat pembelajaran yang konvensional ataupun tradisional masih tetap bisa digunakan apabila mampu membantu siswa mencapai tujuan belajar yang telah ditentukan. Teknologi pendidikan merupakan salah satu unsur dalam pendidikan yang perlu dikuasai dan dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam pendidikan terutama guru maupun siswa. Standar Teknologi Pendidikan untuk Guru antara lain memfasilitasi dan mengilhami pembelajaran dan kreativitas Siswa, Merancang dan mengembangkan pengalaman dan asesmen belajar, membuat model kerja dan belajar, mendorong dan membuat model masyarakat dan tanggung jawab, dan berkomitmen pada perkembangan dan kepemimpinan profesional. Sedangkan Stantar Teknologi Pendidikan untuk Siswa adalah Kreativitas dan Inovasi, Komunikasi dan Kolaborasi, Kecakapan Penelitian dan Informasi, Pemikiran Kritis, Pemecahan Masalah, dan Pembuatan Keputusan, Masyarakat Digital dan Operasional dan Konsep Teknologi.

Dengan merujuk pada standar teknologi pendidikan guru dan siswa maka SMP Negeri 41 Semarang mencoba menerapkan 3 kelas untuk pelaksanaan  pembelajaran dengan menggunkan edmodo mulai tahun 2016 sampai sekarang. Pelaksanaan pembelajaran dengan edmodo walaupun bisa diakses melalui hp tetapi dalam pelaksanaan nya menggunakan komputer yang di miliki sekolah dengan fasilitas internet juga dari sekolah hal ini dilakukan untuk mempermudah pengawasan terhadap aktifitas anak saat penggunaan internet. Karena pada anak jenjang ini secara pysikologis belum bisa di lepas untuk penggunakan internet dan masih perlu diawasi dan dibimbing. Persiapan pelaksanaan dilakukan dengan menggandeng BPTIKP Jawa Tengah untuk pelatihan guru dalam penguasaan konten dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan edmodo.